adsense

Friday, 8 February 2013

Pohon Aneh Bin Misterius di IAIN Bengkulu

Coba pandang pohonnya lebih lama, rasakan ada sensasi aneh disana!
Ehmmmm.., heboh nich!
       Pada  minggu siang hari, tanggal 27 januari 2013 seorang tenaga ICT IAIN Bengkulu  Muksin Fadriansyah bersama temannya Royendri mahasiswa Ekonomi Islam  semester VII  sedang asyik berfoto-ria mengambil  gambar gedung-gedung baru IAIN yang dihiasi hamparan  hijau  pohon-pohon  sawit yang sudah mulai berbuah  dari atas lantai gedung  rektorat.

      Pret…prĂȘt…prĂȘat…., dengan semangat  45 betapa lincah dan gagahnya  setiap sudut – sudut  IAIN dijepret  pak Muksin menggunakan HP terbarunya BB TORCH 9800. Bayangkan, dari ketinggian  lantai  gedung  pak Muksin yang hobi menjepret  gak peduli hembusan angin yang keras meniup tubuhnya yang  kurus semampai itu.  Karena tubuhnya yang ringan, dia juga bisa memanjat tiang instalasi listrik di kantor IAIN Bengkulu. Di Pusat Teknologi Informasi Lembaga Pendidikan Ketrampilan Komputer (LPKK) pun dia juga membantu perawatan dan instruktur  komputer. Bayangkan!  dia benar-benar seorang tenaga  teknik sejati!. Karena sibuknya  dan banyak  proyek yang harus dikerjakan dia harus pulang cepat-cepat ke rumah minggu itu.

       Seperti biasa setiap  pagi, pak Muksin mengantar anaknya  Dava ke TK Permata Bunda IAIN yang tak jauh dari tempatnya bekerja. Berarti sangat pagi sekali dia sudah tiba di kantor. Untuk menemani kejenuhannya kembali dia ambil  HP BBnya melihat-lihat hasil jepretannya kemarin siang.

       “Ooaah.....?!!” wajahnya berubah  seperti melihat hantu di siang bolong.
      “Perasaan kemarin  gak  ada  pohon  ini, kok tiba-tiba ada yach…??”wajahnya semakin menjadi aneh melihat ada pohon yang menempel  di hasil jepretannya.

       Jika diperhatikan  ada sebatang pohon yang patah tepinya berwarna hitam seperti habis terbakar oleh api. Yang menimbul pertanyaan siapa yang misterius? HP BB TORCH 9800 yang bisa menangkap gambar yang paling halus, atau pak Muksinnya yang misterius? karena pak Muksin juga termasuk orang – orang  aneh bin amboi alias unik yang pernah ikut salah satu  perguruan. Atau,   apa ada gerangan sesuatu yang tersimpan oleh pohon-pohon belantara yang hidup berpuluh-puluh tahun yang lalu sekarang berubah menjadi  gedung-gedung?. Tidakkah kita pernah berpikir  burung-burung yang berada di hutan  pun berkeliaran mencari  tempat tinggal, sekedar mencari tempat beristirahat. Sekarang  berseliweran di kabel-kabel tiang listrik jalan. Berarti  semua makhluk yang hidup di dunia semua butuh tempat berteduh dan tempat beristirahat, tetapi mereka tidak pernah demo, apa lagi protes.

       Fenomena sebatang pohon misterius tadi, menjadi inspirasi saya. Perubahan fenomena cuaca dan  waktu  kita harus pandai – pandai harus beradaptasi dengan lingkungan.  Jika cuaca dingin, makanan apa yang baik dan kurang sehat untuk kita konsumsi. Sedangkan perputaran waktu, ada pagi hari yang harus kita jalani untuk beraktivitas, dan ada waktu malam hari, yang tidak bisa kita tolak untuk waktu beristirahat dan bermimpi indah. Selama kita masih hidup, jalani  aja hidup  yang tidak pernah kita tahu apa yang bakal terjadi, karena skenario hidup hanya Tuhan yang tahu!. 
       Jika kita melihat alam dan semua ciptaannya, semua berjalan menurut fitrahnya. Manusia sebagai makhluk Allah yang diberi kelebihan akal dan naluri, kadang kala tercemari oleh  sebuah  napsu hatinya. Ingin lebih sendiri, dan selalu merasa kurang, mungkin  ini yang merusak hatinya. Perlu direnungi  "Nikmat Allah gak bisa kita banding-bandingkan, semua tidak sama takarannya, dan semua nikmat tidak bisa diukur  dengan ilmu hitung  matematika.  Nikmat Allah yang mana yang tidak kamu syukuri?, coba lihat sisi yang lain dari setiap  sudut pemandangan disekitar kita. Pasti ada sisi sudut yang lain  yang bisa menjadi pelajaran  untuk bisa   kita pelajari"
     Seperti makhluk – makhluk Allah yang lainpun juga beradaptasi  seperti manusia melawan perubahan cuaca dan  alam. Bedanya, kita  dengan makhluk Allah  yang lain,  mereka bisa bertahan dan menerima semua tanpa  protes melawan kodrat Alam. Kita manusia  harus bisa tabah dan  bertawakal terhadap lingkungan udara 'tetangga dan tempat kerja'  yang sangat menyesakkan napas dan hati kita. Seperti udara bumi yang sudah mencemari isi alam ini. Apakah  kita   juga akan  merasa sesak dengan  udara disekitar kita suasana "iri, penuh dusta, kebencian dan mau mementingkan diri sendiri"  yang membuat nafas kita menjadi tidak beraturan!  dengan hasil olahan proses berpikir yang jernih dari perasaan terhina, tersuduttidak bisa berbuat apa-apa, kita kembalikan kepada Sang Pengatur dan Pencipta Alam semua manusia pada kodratnya sama, baik dan mencintai kedamaian!.  Tapi apakah  kita  termasuk orang – orang yang bertahan dari proses alam dan bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan? mudah2 an kita termasuk orang-orang yang tetap kuat dan bertahan dan  terseleksi oleh  alam!
        Kadangkala kita merasa kecil berada diantara lingkungan  sekitar kita, tapi semua butuh waktu, karena: "Setiap manusia sama seperti kita, dari seorang manusia kecil menjadi dewasa,  dari manusia yang tak punya apa-apa menjadi berharta, dari tidak tahu apa-apa alias bodoh menjadi berpengetahuan, dari  manusia lugu tak berdosa menjadi manusia dewasa dan berwibawa". Jadi jangan pernah merasa kecil dan iri hati karena  semua itu butuh proses dan waktu. Jadi orang yang sabar dan selalu membersihkan hatinya lah yang selalu bisa tetap tersenyum melihat pernak-pernik dan carut marutnya kehidupan, dan menerima keberadaan  dan kelebihan orang lain lah   yang akan bisa bersanding  dan hidup damai  walaupun berada di kutub utara, atau di belandaranya hutan, atau hiruk pikuknya keramaian. Apakah kita termasuk orang-orang yang memperoleh proses atas hikmah  hidup yang kita jalani???           

Kirim pesan Anda

Name

Email *

Message *