adsense

Friday, 7 March 2014

ISLAM AGAMA HIDUP DAN UNTUK ORANG HIDUP BUKAN AGAMA MATI UNTUK ORANG MATI



اَلَسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَ كَاتُهُ اْلحَمْدُ للهِ الَّذِ ى جَعَلَ هذَالِّدِيْنَ حَقًّا عَلىَ اْلمُؤْ مِنِيْنَ, أَ شْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ اِ لاَّ الله ُوَ حْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَبَارِكْ عَلى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ وَعَلى ا لهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ مِلَّتَهُ إِ لى يَوْ مِ الدِّ يْنِ (أ مَّابَعْدُ) أُوْصِيْكُمْ عِبَادَ اللهِ وَاِيَّاىَ بِتَفْوَى اللهِ, فَقَدْ فَازَاْلم ُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالىَ: اْلحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلاَ تَكُوْ نَنَّ مِنَ اُلمُمْتَرِ يْنَ. البقرة: ۱۳۷

Hadirin kaum Muslimin sidang Jum'ah yang berbahagia !
Kita tidak perlu heran, jika ada orang mengaku beragama Islam, tetapi  sikap dan perjalanan hidupnya tidak sesuai dengan ajaran agama yang dipeluknya (Islam), baik tentang pandangan hidupnya, perkataan dan perbuatannya bahkan sampai pada keyakinannya, manusia yang semacam itu tidak sedikit jumlahnya, boleh dikata hampir merata dikalangan masyarakat bangsa kita, yang lebih memprihatinkan lagi adanya sikap menentang dan memusuhi penganut Islam yang aktif menjadi ajaran agamanya, setidaknya mereka memandang sinis dan serta menilai serba negatif. Hal ini bisa terjadi disebabkan beberapa hal/faktor, yang sengaja diwariskan oleh bangsa asing yang pernah  menjajah di negeri kita, semula tujuannya untuk memperkuat mengabdikan kekuasaannya di negeri ini.

Faktor pertama :
Mereka mengira Islam cukup hanya dengan ucapan dan kalimah syahadat, tanpa mempelajari dan melakukan pokok-pokok Islam lainnya. Pikiran dan pengertian mereka tentang Islam terbatas sampai disitu, tidak mempunyai pikiran panjang baik sesudah menyatakan diri menjadi Muslim, maka hal-hal apalagi yang harus dipelajari dan dilakukan dalam rangka menjadi seorang muslim sempurna, lebih dari itu, makna dan tujuan ucapan shahadat itu, makna dan tujuan ucapan syahadat itu, mereka tidak mengerti, kebanyakan mereka lakukan sekedar untuk mencapai tujuan tertentu yang bersifat duniawi, seperti dalam perkawinan, kartu penduduk dll.

Faktor kedua :
Tidak pernah terlintas dalam benak pikirannya tentang kuannya sebagai orang Muslim, apakah sudah memenu syaratan atau belum, sedang definisi iman menurut Nabi

اْ لإِيْمَانُ: تَصْدِ يْقٌ بِالْقَلْبِ وَاِقْرَارٌ بِا لِّلسَانِ وَاَفْعَالٌ بِاْ لاَرْ كَانِ.
Artinya : 
"Membenarkan  dalam hati, mengucapkan melalui lisannya, dan melakukan tuntunan, Islam dengan  badannya ". (Al-Hadits)

Hadirin jama'ah jum'ah yang mulia !
Orang yang hanya mengucapkan dua kalimat syahadat dibibirya saja, tanpa tekanan suara keras di dalam hatinya dan perbuatan nyata lewat anggota badannya, belum dianggap sah imannya menurut Al-Qur`an, 

Firman Allah :
وَمَنَ اَلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِاْللهِ وَبِالْيَوْمِ ا َْلأ ََََخِرِ وَمَاهُم بِمُؤْ مِنِينَ (البقر:۸

Artinya :
"Setengah manusia ada yang mengaku beriman ngan ucapan dua kalimah syahadat) kepada Allah dan hari  kemudian, tetapi sebenarnya mereka bukan orang Mukmin". (Al-Baqarah 8)


Dari pernyataan Al-Qur'an tersebut dan kenyataan yang cukup lama berjalan di negeri ini, maka kita hendaknya jangan mudah  dimasuki faham kepercayaan yang pada dasarnya sangat bertentangan dengan tuntunan dan tuntutan yang ada didalam agama Islam dimana tujuan pemasukan faham itu hanya untuk melemahkan kekuatan umat Islam dari dalam (musuh dalam selimut).

Namun demikian kita juga harus menyadari bahwa masyarakat: memang sangat terbatas dalam hal mempelajari dan mendalami tentang  Al-Qur'an dan pengalamannya, tidak seluruhnya mempunyai minat dan kesempatan yang baik, maka tidak sedikit masyarakat awam langsung menelannya (faham yang sengaja diputar balikkan mereka). Perhatikan firman Allah:

وَإِذَ قِيلَ لَهُمْ لاَتُفْسِدُ وافىِ اَ ْلأَرْضِ قَالُوْ اإِنَّمَا نحنُ مُصلِحونَ
Artinya :
"Ketika mereka diperingatkan "Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi (dengan segala maksiat dan kejahatan) "mereka menjawab : Bahwasanya kami telah berbuat baik, (jujur, benar dll) ". (Al-Baqarah 11).

أَلآَ إِنَّهُمْ هُمُ اَلْمُفْسِدُ ونَ وَلَكِن لاَّ يَشْعُرُونَ 
Artinya :
"Ingatlah, bahwasanya mereka itulah para penjahat perusak moral (agama), tetapi mereka tidak merasa (tidak  mengakui bahwa perbuatannya itu jahat) ".
 (AI-Baqarah 12)

Hadirin jama'ah jum'ah yang mulia !
Dari faham semacam itulah, timbul anggapan yang membudaya bahwa:” Islam itu hanyalah bersifat amalan keakhiratan belaka. Anggapan semacam ini sudah lama membudaya membudaya dan meresap dalam benak hampir seluruh bangsa di negeri ini, dengan demikian Belanda berhasil menguasai bumi Nusantara selama 350 tahun. Anggapan yang sudah meresap seakan Islam itu adalah agama khusus untuk orang sudah mati,  oleh sebab itu pemeluknya tidak diperkenankan hidup lama-lama di dunia, sekalipun berumur panjang tetapi masalah dunia, sekalipun berumur panjang tetapi masalah duniawi   seperti mengurus tatanan masyarakat dll. hendaknya dipercayakan kepada lainnya. 

Di fihak lain, ada yang beranggapan lain pula, yaitu: Sekalipun tidak melakukan pokok-pokok Islam seperti shalat, puasa dll. asalkan sudah tergabung dalam kelompok tahlilan, do'a kubur, kirim do'a orang mati maka cukuplah menjadi seorang muslim. Anggapan semacam ini jika dibiarkan, maka rentetannya menjurus pada ruang lingkup Islam dan merendahkan-nya. Firman :
وَإِذَالَقُواْاَلَّذِ ينَ ءَامَنُو اْقَالُواْءَامَنَّا وَإِذَاخَلَوْا إِلَى شَيَطِينِهِمْ قَالُواْ إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا َنحْنُ مُسْتَهْزِءُونَ

Artinya:
"Mereka dari orang yang tidak beriman mengatakan bahwasanya kami hanyalah senda  gurau saja  (Al-Baqarah :14)

Hadirin  kaum Muslimin sidang jum'at yang berbahagia !
Demikianlah jika anggapan yang salah dibiarkan tumbuh  membudaya, maka orang Muslim yang sungguh-sungguh beriman akan semakin terjepit hidupnya karena selalu diusahakan oleh mereka agar Islam musnah dari bumi Allah ini. Na’uudzubillah min dzaalika. Untuk itu marilah kita luruskan kembali dan tunjukkan faham dan ajaran Islam yang sebenarnya kepada mereka yang belum jelas tentang agama Islam yang sesungguhnya.

باَارَكَ الله ُ لىِ وَلَكُمْ فِى الُقُرْ آنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِىْ وَ اِيَّا كُمْ بِ لآَ يَاتِ وَالذِّ كْرِ اْلحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلُ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَ وَتَهُ اِ نَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ اْلعَليْمُ, وَقُلُ رَبِّ ا غْفِرْوَارْحَمْ وَأَ نْتَ خَيْرُ الرُّ احِمِيْنَ

Kirim pesan Anda

Name

Email *

Message *