Penggemar sayur pakis rupanya bukan hanya orang-orang yang doyan kuah sayur lontong untuk pengganti sarapan pagi saja, ternyata Bung Karno di masa pengasingannya di Bengkulu tahun 1938 hingga tahun 1942 menyukai sayuran ini. Dia sering menyuruh anak buahnya untuk mengambil sayur pakis dalam jumlah banyak dari daerah Curup yang terkenal tanahnya yang subur dan gadis-gadisnya yang cantik dan rupawan.
Apa dibalik khasiat dari sayur pakis dengan nama Latin Diplazium esculentum itu sehingga Bung Karno mengharuskan para tentaranya untuk mengkonsumsi sayur ini untuk menjadi teman sarapan sehari-hari? Karena sumber makanan yang bernilai gizi di saat itu susah dicari, sayur pakis menjadi makanan alternatif untuk para tentara yang telah menjadi relawan perang dan pekerja keras di masa penjajahan Jepang.
Adapun kandungan atau unsur gizi yang terdapat pada sayuran pakis yang kononnya katanya dicari oleh para wanita yang mendambakan seorang buah hati (bayi) ini, yaitu:
- Zat hijau daun (klorofil) baik untuk regenerasi sel dalam tubuh manusia
- Kandungan betakaroten yang cukup tinggi dapat membantu daya tahan atau sistem imunitas tubuh, terhadap timbulnya infeksi
- Vitamin C yang berkaitan dengan pembentukan kolagen sebagai pondasi tulang rawan dan penyembuhan luka
- Kalsium dan fosfor yang mampu mengurangi resiko rematik dan rapuhnya tulang
Jika dilihat kandungan unsur sayur pakis ini juga sebagai antioksidan dan anti bakteri bagi tubuh sangat besar sekali manfaatnya untuk menjaga kesehatan. Ternyata untuk memelihara dan menjaga kesehatan tidak harus mahal, ya? dengan harga yang relatif murah dapat dijangkau oleh siapapun. Jadikanlah sayur pakis menjadi menu sayuran anda di meja makan dengan bermacam olahan seperti ditumis atau disantan yang menambah nafsu makan dan penjaga kesehatan tubuh kita sehari-hari.
No comments:
Post a Comment